Minggu, 09 Juni 2013

Makna “Sukses”

Edit Posted by with No comments

Setiap manusia pasti ingin sukses. Ada yang ingin memperoleh kesuksesan dari usahanya, ada juga sukses dengan karirnya, atau bahkan suskes dalam membina rumah tangganya. Namun, masih banyak dari kita yang belum tahu betul makna dari sebuah kesuksesan. Bahkan sebagian besar orang selalu mengkaitkan kesuksesan hidup dengan keberhasilan secara finansial. Lalu, apa sih makna dari kata sukses itu sendiri?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses berarti berhasil; beruntung. Sementara menurut ensiklopedia bebas Wikipedia, sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan seseorang dalam status sosialnya.

Tapi apakah kata berhasil atau beruntung sudah cukup memuaskan anda akan makna dari kata sukses itu sendiri? Jika arti dari kata sukses hanya sekedar berhasil atau beruntung dari sisi finansial, maka boleh jadi hanya sedikit sekali orang yang sukses di muka bumi ini. Semua orang lalu akan berpendapat bahwa hanya orang-orang seperti Bill Gates lah orang yang sukses. Dan jika melihat sukses dari segi karir, maka hanya orang-orang yang bisa menduduki jabatan presiden, menteri atau pejabat tinggi negara lainnya lah yang telah mencapai kesuksesan.

Dijelaskan juga dalam Al-Quran tentang sukses yaitu:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya  pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.Barangsiapa  dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses.Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185).Jadi, sukses adalah masuk surga. Terserah apa profesi kita hari ini, yang penting kita bisa masuk surga.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dankesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214)Sukses bukan khayalan. Sukses hanya dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan. Berat ya? jangan khawatir, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah akan menolong kita sebagaimana Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman sebelum kita.

Jadi, sukses semua orang pasti ingin mencapai tahap ini. Baik di kalangan remaja, dewasa atau profesi dokter, mahasiswa, pengusaha dan lain sebagainya juga ingin mencapai sebuah kesuksesan dalam karirnya.Banyak kata, pandangan yang dapat kita definisikan tentang arti sukses. Setiap orang mempunyai definisi sukses yang berbeda-beda. Sukses dapat dinilai dari segala sudut, bentuk dan bidangnya


Bagaimanakah Orang yang “Baik” ?

Edit Posted by with No comments
Manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf. Tak ada manusia yang sempurna dan tak memiliki kesalahan. Manusia terbaik adalah manusia yang salah lalu memperbaiki kesalahannya. Selama ini, aku memang terpola dengan pemikiran seperti itu. Dengan segala kenaifannya, bahwa manusia yang baik adalah yang mampu memperbaiki dirinya ketika sadar telah berbuat salah. Jadi, manusia terbaik adalah bukan manusia yang tak pernah salah atau berbuat salah.

Banyak manusia yang baik pada satu sisi, tapi disisi lain ia melakukan kejahatan, keburukan dan kesalahan. Karenanya, persoalan yang sangat sepele sangat sulit diselesaikan. Untuk jujur saja demikian sulit. Apalagi untuk perbuatan yang sangat besar. Orang bisa melakukan apa saja agar terlihat baik. Padahal disisi lain ia ber buat kejahatan. Banyak orang yang dermawan, tapi sedekahnya dari hasil perbuatan dosa. Terlebih lagi bagi orang yang kikir,tamak,danrakus.Untuk memperbaikinya, kita harus mengembalikan pemaknaan orang baik sebagaimana adanya, bahwa orang baik adalah orang tidak pernah melakukan kesalahan.

Menjadi manusia sempurna memang tidak ada, kecuali para Nabi dan Rasul Allah.
Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. "Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab:Yang artinya: "Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain".Jika ia seorang hartawan, hartanya tidak dinikmati sendiri, tapi dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Jika berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya dan jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.
Pokoknya segala kemampuan/potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain, dengan kata lain orang baik adalah orang yang dapat memfungsikan dirinya ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat.
Sebaliknya kalau ada orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk orang lain atau masyarakat sekitarnya bahkan segala kenikmatan hanya dinikmatinya sendiri, berarti orang itu jelek. Adanya orang seperti itu tidak merubah keadaan dan perginyapun tidak merugikan masyarakat.


 Namun demikian, tidak bisa kita mereduksi makna manusia baik tersebut. Kriteria manusia baik yang tidak pernah berbuat salah. Tidak bisa dirubah atau dikurangi maknanya. Karena perubahan dan pengurangan makna tersebut justru menjustifikasi perbuatan salah manusia. Yang salah tetap salah. Demikian pula, yang baik dan benar harus tetap baik dan benar.Kita memang bukan manusia baik. Tapi, kita harus berusaha untuk menjaid baik. Caranya. Usahakan untuk tidak berbuat salah.

Orang yang “Beruntung” dan Orang yang “Merugi”

Edit Posted by with 2 comments
Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan siapa saja yang bias disebut orang beruntung dan orang yang merugi menurut ajaran Islam.Dalam Al-Quran Surah Al-Baqoroh dijelaskan bahwa “orang yang beruntung adalah orang yang beriman kepada perkara ghoib, mendirikan sholat, menunaikan zakat. Termasuk pula beriman kepada kitab-kitab yang Allah turunkan”.
     Berikut ini terjemahan dalam Bahasa Indonesia potongan ayat Qs. Al-Kahfi ayat 103 sampai 106 : (103)Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” (104) “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. (105) “Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (106) “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.”  (Al-Kahfi 103-106)
     Dalam surat Al-Kahfi 103-106 dijelaskan siapa sajakah orang yang merugi yaitu:    Allah menceritakan tentang orang yang paling rugi semasa hidupnya. Mereka adalah orang yang menyia-nyiakan semua amal perbuatannya. Mereka menyangka telah banyak berbuat amal kebaikan padahal diakhirat nanti Allah tidak akan  memberikan penilaian pada semua amal kebaikan yang telah mereka lakukan . Mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahanam , dan semua amal kebaikan yang telah mereka kerjakan tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka.
Dalam Hadist Riwayat Muslim dijelaskan bahwa :”Orang yang beruntung adalah orang yang bersyukur atas nikmat Allah dan bersabar atas ujian Allah. Rosulullah bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan orang yang beriman, segala urusan baginya selalu baik. Dan hal itu tidak akan terjadi kecuali pada orang yang beriman; jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur, dan hal itu baik baginya. Dan apabila tertimpa kesulitan dia bersabar dan kesabaran itu baik pula baginya.” (HR. Muslim)

            Demikianlah penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai Orang yang “Beruntung” dan Orang yang “Merugi”. Semoga dapat diambil maknanya dan dapat bermanfat bagi pembaca :)

Orang “Kaya” dan Orang “Miskin”

Edit Posted by with No comments
Siapakah Orang “Kaya” dan Orang “Miskin” itu? Orang kaya adalah seseorang yang dalam kehidupannya merasakan berkecukupan bahkan berlebihan sehingga orang tersebut merasa puas. Sedangkan, orang miskin adalah seseorang yang dalam kehidupannya merasakan kekurangan, sehingga orang tersebut merasa bertidak kecukupan. Hakikatnya manusia tidak akan pernah merasa puas, karena manusia diciptakan dengan nafsu yang membuat mereka selalu merasa tidak cukup.
Orang Kaya
ü  Berani mengambil resiko.
ü  Bertanggung jawab atas apa yang diambil.
ü  Menerima cobaan yang telah diberikan oleh Allah SWT.
ü  Menjalani ujian yang diberikan oleh Allah SWT.
ü  Berpikir positive
ü  Lebih sombong dengan apa yang dimiliki
ü  Matang dalam mengambil keputusan
ü  Memiliki pendirian yang kuat
ü  Orang kaya penuh daya upaya
ü  Fokus pada peluang
ü  Bergaul dengan orang positif dan sukses

Orang Miskin
³  Takut terhadap resiko
³  Selalu merasa takut bersalah
³  Menerima apa yang telah ditetapkan
³  Berfikiran negative dan pesimis
³  Lebih rendah diri
³  Tidak mantap dalam mengambil keputusan
³  Selalu berubah-ubah apabila menentukan pilihan.
³  Selalu penuh alasan
³  Selalu menyalahkan situasi lingkungan, orang lain dan nasib

³  orang miskin bergaul dengan orang negatif dan tidak sukses

Tokoh Teladan BILL GATES

Edit Posted by with 1 comment

Siapa yang tak kenal dengan nama tokoh yang satu ini? Semua orang di dunia pasti tak asing, minimal pernah mendengar nama tersebut berkumandang di telinga mereka. Ya, Bill Gates. Seorang yang konon katanya, bila menukarkan seluruh kekayaannya dengan uang receh, niscaya ia dapat membangun jalan ke Bulan dengan memanfaatkan trilliunan keping koin tersebut. Bernama lengkap William Henry Gates III, ia terlahir di kota Washington, tepatnya daerah Seatle. Kini (2013), ia hampir berusia kepala 6. For your information, orang terkaya di dunia ini merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 28 Oktober. Ayah Bill, Bill Gates Jr., adalah seorang pengacara. Sementara ibunya, Mary, adalah seorang pensiunan guru. Pasangan Bill-Mary tersebut melahirkan 3 orang anak, dengan Gates, berada di antara kakak-adiknya disilsilah keluarga.
Saat kecil, Bill dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai yang tergolong sangat memuaskan. Dengan menonjolkan bakatnya di mata pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui fakta dan data dari sekolah tersebut, orang tua Bill memutuskan memasukkan bocah jenius ini ke sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang luar biasa. Sekolah tersebut bernama “Lakeside”. Seolah berupa kebetulan, pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer. Hanya dalam kurun waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (Sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama Microsoft) menghabiskan semua jam pelajaran komputer, penuh selama setahun lamanya.
Di sekolah ini, kemampuan komputer Bill Gates telah mendapat pengakuan dari beberapa kalangan. Dimulai dengan aksinya membobol sistem komputer milik Lakeside, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya mendapatkan tawaran bekerja oleh Computer Center Corp. Bukan sebagai karyawan tetap, mereka berempat hanya disewa saja. Tujuan perekrutan orang-orang tersebut adalah untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Bill pernah mengungkapkan dalam sebuah kesempatan, bahwa saat itulah mereka benar-benar dapat menjelajah komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan raksasa perusahaan perangkat lunak dunia, Microsoft, 7 tahun kemudian.
Musim gugur tahun 1973, Bill Gates mendaftar sebagai mahasiswa Harvard University dan memilih fakultas hukum sebagai tujuan hidupnya. Bill sebenarnya mampu dengan baik mengikuti kuliah hukum tersebut, namun sama seperti ketika ia masih berada di SMA, perhatiannya lebih condong ke komputer. Walaupun begitu, Bill dikenal sebagai seorang jenius di Universitasnya. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.

Tinggalkan Harvard, Demi Impian Kendati tanpa kendala di perkuliahan hukumnya, ia justru merasa bosan. Karena itu, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston, dan memutuskan DropOut dari Universitas.
Kedua sahabat itu bergegas menuju ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen yakin kalau komputer berukuran mini itu dapat melakukan sebuah fenomena. Semangat dan usaha Allen serta Gates terbayarkan. Berawal dari komputer kecil itulah, "ia" menjadi panutan dari segala macam komputansi zaman ini. Dan sekarang bisa kita amati bahwa PC telah benar-benar menjadi alat informasi. Mimpi mereka, "tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga", kini telah menjadi kenyataan.


refrensi:
anamblogpost.blogspot.com