Selasa, 26 Mei 2015

Sistem Informasi ?????

Edit Posted by with No comments
Encyclopedia of Computer Science sendiri mendefinisikan "Sistem Informasi" sebagai : "A system in which computing technology is applied to the information needs of the organization".Sistem Informasi dalam Dunia Akademik Konsep mengenai ilmu itu sendiri diperkenalkan pada dunia akademik melalui dua artikel utama dari Ashenhurst (1972) dan Couger (1973). Dengan kata lain, bahwa keberadaan ilmu itu telah diperkenalkan dan dipelajari pada awal tahun 70-an di beberapa perguruan tinggi di Amerika. Pada kedua artikel tersebut disebutkan bahwa tujuan diajarkannya ilmu Sistem Informasi pada perguruan tinggi adalah : "To give students knowledge of the organization, its information needs, and its behavior, as well as of computing technology."
Fokus ilmu yang dipelajari dalam sistem informasi lebih ke aplikasi atau yang biasa disebut dengan penerapan. Klasifikasi ilmu yang dipelajari lebih ke organisasi dan sistem informasi, aplikasi berbasis teknologi, software, dan sedikit infrastruktur dari sistem komputer.
 Contoh ilmu yang di pelajari dalam sistem informasi antara lain : algortima dan struktur data, basis data, perancangan basis data, basis data terdistribusi, metode perancangam program, analisa sistem informasi, perancangan sistem informasi, analisa proses bisnis, manajemen sains, ilmu sosial dan budaya dasar, pendidkan pancasila, matematika bisnis, aljabar linier, matematika deskrit, perangkat lunak aplikasi, pengantar teknologi informasi, konsep sistem informasi, sistem operasi, multimedia, dasar akutansi, interaksi manusia dan komputer, aplikasi berbasis web, sistem berkas, etika profesi, pengantar ekonomi, perilaku organisasi, pengetahuan bisnis, analisa proses bisnis, kriptografi, kewarganegaraan, bahasa inggris, jaringan komputer, visual basic, pemrograman java dan lain-lain.

Berbeda dengan sistem komputer, ilmu yang dipelajari dari sistem komputer ini berkenaan dengan rancangan dan pengembangan komponen perangkat keras maupun perangkat lunak dari komputer sebagai suatu sistem. Ilmu ini mencakup pengkajian mulai dari aspek rancangan dan implementasi arsitektur perangkat keras maupun perangkat lunak dengan penekanan pada arsitektur fungsional dan kinerja sistem komputer. Ilmu yang dipandang penting dan sedang menjadi penekanan di bidang ini antara lain berkenaan dengan perbandingan teknologi perangkat keras, trade-off dalam rancangan perangkat keras dan perangkat lunak, dampak perubahan teknologi terhadap feasibilitas, interaksi antar sistem arsitektur, rancangan sistem perangkat keras maupun lunak, hingga simulasi sistem komputer berskala besar. Dalam studi ini sistem komputer dipandang sebagai bagian dari infrastruktur suatu organisasi.

Rabu, 13 Mei 2015

SOAL Latihan Sistem Waktu Nyata

Edit Posted by with No comments



1. Jelaskan perbedaan Multitasking dan Multithreading ?

2. Jelaskan perbedaan Finite State Machine dan Finite State Diagram ?

3. Jelaskan Definisi dan contoh Sistem Waktu Nyata menurut : Bennet dan Cooling ?

4. Jelaskan pengertian dari sistem integritas ?

5. Sebutkan dan jelaskan 3 mode pengalamatan ?

6. Jelaskan definisi dan kegunaan dari Buffer ?
     
            Jawabannya? Banyak kok di google :D



Kamis, 09 April 2015

Karya Ilmiah

Edit Posted by with No comments
Sebelum kita menulis suatu  Karya Tulis Ilmiah alangkah baiknya kita mengetahui apa sih yang di maksud dengan Karya Tulis ilmiah tersbut, nah disini saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang apa itu Karya Tulis Ilmiah  Populer :
1.      Pendahuluan
Banyak majalah atau surat kabar mempunyai rubrik iptek, yang memuat tulisan-tulisan yang memaparkan aspek khusus iptek dengan menggunakan bahasan umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Tulisan seperti itu dinamakan karangan ilmiah populer, yang dikarang oleh penulisnya untuk mengkomunikasikan sejarah, penemuan, perkembangan baru, aplikasi, atau juga isu kontroversi iptek, kepada masyarakat awam agar mereka dapat mengikuti perkembangan iptek tersebut. Tidak seperti halnya artikel jurnal, karangan ilmiah populer dari sudut materi tidak mendalam, namun memberi kejelasan kepada awam tentang fenomena iptek.
Keberadaan karangan ilmiah populer di majalah dan surat kabar di samping menjadi wahana untuk mengkomunikasikan iptek kepada masyarakat awam, juga membawa misi menghibur atau menjadi selingan (entertainment) bagi pembaca majalah atau surat kabar tersebut. Oleh karena misinya seperti itu maka sebuah karangan ilmiah populer harus menarik pembaca majalah dan surat kabar untuk membacanya. Berbeda halnya dengan jurnal ilmiah yang harus dibaca oleh para profesional dalam bidangnya, majalah dan surat kabar harus bersaing merebut hati pembacanya. Dalam kaitan itu karangan ilmiah populer dalam media massa perlu berkontribusi pada pembentukan daya tarik media secara keseluruhan. Bahkan dapat pula justru karangan-karangan ilmiah populer menjadi “selling point” media massa tersebut.
Mengetahui bagaimana menulis karangan ilmiah populer sangat penting bagi ilmuwan yang memposisikan diri sebagai komunikator iptek atau jurnalis iptek, baik sebagai pekerjaan utama atau pekerjaan tambahan.

2.      Karakteristik Karangan Ilmiah Populer
a.       Apabila pembaca artikel jurnal adalah profesional atau spesialis dalam suatu disiplin ilmu, maka pembaca karangan ilmiah populer adalah masyarakat umum, awam atau profesional dalam bidang lain.
b.      Apabila penulis artikel jurnal selain memberikan nama, lembaga akademik tempat ia bekerja serta kualifikasi akademiknya, maka penulis karangan ilmiah populer menuliskan nama tanpa informasi lain, kecuali ia adalah repoter.
c.       Apabila artikel jurnal ditulis dengan gaya tulis faktual dan “dingin” (tak-emosional) demi objektifitas, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan gaya informal, anekdot, personal, serta menghibur.
d.      Apabila artikel jurnal ditulis dengan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan kalimat-kalimat singkat dan sederhana serta mudah dibaca.
e.       Apabila artikel jurnal menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi, maka karangan ilmiah populer umumnya tidak meyertakan informasi-informasi tersebut.
f.       Apabila artikel jurnal lebih dipenuhi tulisan verbal dan sedikit tabel, maka karangan ilmiah populer seringkali dilengkapi dengan berbagai ilustrasi, gambar, foto, dll.
g.      Apabila kebenaran isi artikel jurnal dievaluasi melalui reviu oleh sejawat atau dewan pakar sebagai “referee”, maka pertanggungjawaban isi karangan ilmiah populer cukup diberikan oleh editor majalah.
3.      Topik Karangan Ilmiah Populer
Pada dasarnya masyarakatlah yang membiayai (melalui pajak dan pemanfaatan aset bangsa) kegiatan iptek. Oleh karenanya menjadi hak masyarakat untuk memperoleh informasi tentang hal-ihwal mengenai kegiatan iptek itu sendiri. Dengan demikian menjadi kewajiban komunikator iptek (iptekwan & jurnalis iptek) untuk mempublikasikan karangan ilmiah populer melalui majalah dan surat kabar. Melalui karangan ilmiah populer ini informasi tentang iptek yang telah dan akan hadir di masyarakat, baik proses, produk, aplikasi, prospek, maupun isu kontroversi (pro & contra) iptek dapat dikomunikasikan kepada masyarakat umum, untuk menjadi rujukan dalam menyikapi iptek. Dalam kaitan ini topik-topik karangan ilmiah populer hendaknya terkait pada aspek-aspek iptek tersebut.
Oleh karena daya tarik menjadi karakter penting dari karangan ilmiah populer, maka isu-isu mutakhir terkait iptek yang tengah menjadi wanaca publik seringkali menjadi tema sentral karangan ilmiah populer. Sebagai contoh, menyertai konflik Amerika Serikat dengan teroris internasional, senjata kimia, senjata biologis, anthrax, bom, menjadi topik-topik karangan ilmiah populer yang muncul dalam majalah dan surat kabar. Contoh lain adalah topik yang terkait pada meteor mengemuka menjelang turunnya “badai meteor” ke Planet Bumi pada tahun 2001. Demikian juga paparan tentang bahan dan proses pembuatan MSG lebih dari satu bulan muncul dalam berbagai media massa ketika terjadi “kontroversi Ajinomoto” pada tahun 2000.
4.      Gaya Penulisan Karangan Ilmiah Populer
a.       Mulai karangan dengan pendahuluan yang kreatif, yang mampu merangkul atau mencuri perhatian pembaca, serta mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Lebih kreatif bagian pendahuluan, lebih besar peluang suatu karangan ilmiah populer dibaca tuntas pembacanya. Salah satu kekuatan karangan terletak pada bagian pendahuluan tersebut. Sementara itu bagian-bagian berikutnya perlu memuat kalimat-kalimat utama yang menjadi “point of interest” bagi pembaca. Kalimat-kalimat perlu dirangkai sehingga di samping memberikan kejelasan maknanya dan bekontribusi pada tema atikel, juga menyebabkan pembaca tertarik untuk membaca artikel sampai tuntas.
b.      Agar mudah dicerna pembaca secara lebih luas, karangan ilmiah populer hendaknya ditulis dengan panjang kalimat dan panjang paragraf yang sesuai pembaca dari berbagai lapisan masyarakat. Sebaiknya kalimat pada artikel ilmiah populer terdiri atas paling banyak 20 kata untuk meningkatkan keterbacaan untuk pembaca pada umumnya.
c.       Sekalipun penulis artikel ilmiah populer seorang iptekwan, tetapi hendaknya hindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Pembaca majalah atau surat kabar tidak mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga jangan menggunakan kata-kata yang tidak akan dimengerti. Bila suatu istilah tidak tergantikan oleh kata yang kurang teknis, hendaknya definisi perlu diberikan bersama istilah tersebut. Pemahaman terhadap isi artikel akan menyebabkan pembaca menyenangi apa yang dibacanya dan merasa nyaman dengan majalah atau surat kabar pemuatnya secara keseluruhan.
d.      Gunakan bahasa yang kolokial (informal) untuk mengembangkan “hubungan yang dekat” antara penulis dan pembaca. Buat pula agar pembaca merasa sedang berdialog secara sejajar dengan penulisnya, bukan sedang diajari oleh seorang pakar. Oleh karenanya dianjurkan untuk menggunakan lebih banyak kalimat aktif untuk menciptakan hubungan informal. (Catatan: Laporan ilmiah standar umumnya ditulis dengan kalimat pasif untuk menekankan obyektivitas). Tidak ada salahnya juga menyapa pembaca dengan “Anda” dan menyebut penulis dengan “Saya” agar hubungan antara penulis dan pembaca lebih dekat.
e.       Tingkatkan dimensi “human interest” dari artikel ilmiah populer yang ditulis, dengan cara memasukkan unsur ceritera, anekdot, dan humor pada artikel. Pada dasarnya manusia lebih tertarik tertarik pada ceritera tentang orang lain daripada obyek lainnya. Oleh karenanya memberikan sentuhan-sentuhan kemanusiaan pada karangan ilmiah populer dapat meningkatkan daya tarik artikel tersebut.
f.       Gunakan analogi dan metafora untuk memberikan penjelasan tentang sesuatu proses yang kompleks. Sertakan ilustrasi-ilustrasi bergambar (pictorial) untuk memperjelas, selingan, dan juga hiasan, seperti halnya foto (berwarna lebih menguntungkan), diagram, tabel, gambar, atau karikatur. Foto membantu memberikan paparan detail melalui gambar, sedangkan gambar umumnya atraktif bagi pembaca. Berikan deskripsi singkat tentang foto menyertai foto tersebut.
g.      Tiap paragraf harus terstruktur dengan cara yang sama. Paragraf harus mulai dengan kalimat topik, dan lalu diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik dalam kalimat topik. Struktur kalimat perlu diperhatikan dalam menulis artikel.
h.      Sistematika penulisan dapat berbagai macam, bergantung pada sifat materi yang dipaparkan. Dapat berupa urutan khronologis peristiwa-peristiwa, atau dapat pula menyajikan permasalahan yang diikuti dengan solusi-solusinya. Apapun pola pengembangan paparan yang dipilih, harus menunjukkan kelogisan paparan, sehingga mereka merasa nyaman ketika membaca artikel tersebut, serta mengerti apa yang dibacanya itu.
i.        Tutup artikel dengan sebuah rangkuman yang menjadi simpulan dari semua paparan. Penutup merupaan bagian akhir yang dibaca pembaca, yang akan membetuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan. Penutup merupakan juga titik kekuatan artikel, sehingga perlu ditulis secara hati-hati.

Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak "njelimet" dan bersifat hiburan. Termasuklah di dalamnya gosip. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan, misalnya, bahasa yang digunakan di majalah GetFresh!). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi yang relevan, dan biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau "bagaimana" suatu perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak (Soeseno 1982: 2). Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku.
 demikian, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti (Soeseno 1982: 1; Eneste 2005: 171).
Berikut adalah contoh tulisan ilmiah populer:

Globalisasi Dan Budaya

            Globalisasi yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
             Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
             Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan bagian sistem dari kebudayaan bangsa Indonesia. Aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya.Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi.
             Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju.
             Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.
            Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing.




Sabtu, 07 Maret 2015

Penalaran dan Proposisi

Edit Posted by with No comments
// DEFINISI PENALARAN
      Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang menggunakkan daya nalarnya untuk menarik kesimpulan sebelum dikemukakan dalam bentuk pendapat kepada orang lain. Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non-ilmiah. Sedangkan dalam prosesnya dapat berupa induktif maupun dedukatif.

  - Penalaran Induktif (khusus -> umum)
      Penalaran iduktif adalah proses penalaran prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta khusus guna menarik kesimpulan.
  - Penalaran Dedukatif ( Umum -> Khusus)
        Penalaran dedukatif adalah proses penalaran berupa prinsip atau sikap yag berlaku khusus berdasarkan fakta umum guna menarik kesimpulan.

// Proposisi
        Suatu proses berpikir yang berusaha menghubungkan fakta yang diketahui untuk dijadikan kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dibuktikan kebenarannya dan ditolak karena terkandung keslahan di dalamnya.
Contoh:
 1. Semua manusia mati pada suatu waktu.
 2. Beberapa orang di Indonesia memiliki kekayaan berlimpah.
 3. Kota Bandung hancur akibat demonstrasi.
 4. Semua manusia telah punah di bumi.
(1) dan (2) dapat dibuktikan kebenarannya.
(3) dan (4) tidak dpaat dibuktikan kebenarannya.

Berdasarkan bentuk proposisi terbagi menjadi dua yaitu :
- Tunggal
   Proposisi tunggal hanya menguungkapkan suatu pernyataan saja yang terdiri dari subjek dan predikat. 
Contoh: 
Semua manusia bernapas.
- Majemuk
    Proposisi majemuk dibentuk dari dua proposisi tunggal atau lebih yang harus membentuk dua pola kalimat.
Contoh:
Setiap peserta kursus harus datang tepat waktu dan memakai pakaian formal.

Berdasarkan sifat proposal terbagi menjadi dua yaitu:
- Kategorial
     Proposisi kategorial menunjuk pada suatu pembenaran yang mutlak. Pasti benar atau pasti salah.
- Kondisional
     Proposisi kondisional terbagi lagi menjadi dua yaitu hipotesis dan disjungtif. Proposisi kondisional hopotesis adalah proposisi pembenaran bersyarat. Proposisi kondisional disjungtif adalah proposisi alternatif.

Berdasarkan luas pengertian proposisi terbagi menjadi tiga yaitu:
- Universal
    Proposisi yang menunjuk pada seluruh aspek bagian.
- Partikular
    Proposisi yang mengungkapkan sebagian dari seluruh aspek.
- Singular
    Proposisi yang mengungkapkan satu aspek saja.

Berdasarkan kualitas dan kuantitas proposisi terbagi menjadi empat yaitu:
- Proposisi A (Proposisi universal atau singular positif)
-Proposisi E (Proposisi universal atau singular negatif)
- Proposisi I (Proposisi partikular aktif)
- Proposisi O (Proposisi partikular negatif).

       

Senin, 15 Desember 2014

Inspirasiku

Edit Posted by with No comments
Selamat Malam pembaca... Pada malam ini saya akan mengulas tentang keteladanan Siti Khadijah (istri Nabi Muhammad SAW) yang menjadi inspirasi saya.

     Jika selama ini pembaca familiar dengan kisah cinta Romeo dan Juliet , dalam Islam ada juga kisah cinta seperti itu. Rasa cinta Nabi Muhammad SAW kepada Siti Khadijah sangatlah besar. Sampai-sampai beliau tidak melakukan poligami. Sekalipun Siti Khadijah sudah meninggal Nabi Muhammad SAW tetap menceritakan kebaikannya pada siapapun.Ada begitu banyak teladan yang dapat kita pelajari terutama kaum wanita dari Siti Khadijah, diantaranya :
Janda yang Terhormat : 
Pada zamannya wanita adalah kaum yang dikucilkan tidak terkecuali janda. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah adalah janda. Namun Siti Khadijah tetap menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan. Subhanallah :)
Mandiri
Siti Khadijah adalah seorang saudagar yang kaya raya. Sekalipun beliau adalah perempuan, beliau mandiri untuk mencari penghasilan tanpa meminta, mengemis dari orang lain. 
Tidak Menilai dari Kekayaan
Walaupun Siti Khadijah adalah seorang saudagar yang kaya raya. Namun, beliau tidak pernah melihat seseorang siapapun itu dari kekayaannya. Begitu banyak pelamar yang ingin menikah dengan Siti Khadijah dengan membawa harta yang berlimpah. Siti Khadijah tetap menolaknya secara halus. Karena harta bukan segala-galanya bagi beliau.
Istri yang Taat pada Suami
Dibandingkan dengan pria kaya raya yang melamar Siti Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah besar. Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia. Beliau tahu bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki halal.
Itulah beberapa teladan Siti Khadijah yang bisa menjadi inspirasi wanita modern. Tulisan ini spesial kami hadirkan untuk sahabat Muslimah yang sebentar lagi akan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga bisa menjadi inspirasi yang akan memuliakan Anda.

Menarik bukan? Sungguh teladan yang baik untuk kita semua. Sekian ulasan inspirator saya malam ini :)

Siti Khadijah seorang istri nabi
Mempunyai paras cantik nan baik hati
Kaya raya nan dermawan
Penolong sesama insan

Siti Khadijah yang paling yang disayang nabi
Seorang istri yang patut diteladani
Oleh semua wanita di bumi pertiwi
Karena kebaikan hati

Siti Khadijah selalu patuh pada suami
Pantaslah menjadi istri naabi
Seorang isti yang islami
Semoga banyak dicontoh oleh istri-istri

Siti Khadijah yang solehah
Keliling dunia untuk berdakwah
Mensyiarkan agama Islam
Supaya umat Islam mengerti agama islam yang dalam